Yuda Pernanda

Minggu, April 06, 2014

Wanita Dalam Dunia Kepemimpinan

Jika berbicara tentang wanita, yang terbayang adalah tentu saja ibu kita. Seorang dengan usaha yang luar biasa telah melahirkan kita, mengu... thumbnail 1 summary
Jika berbicara tentang wanita, yang terbayang adalah tentu saja ibu kita. Seorang dengan usaha yang luar biasa telah melahirkan kita, mengurus kita ketika ayah sedang mencari nafkah. Peran ibu dalam keluarga memang sangat fundamental, bukan karena ayah tidak mampu menanggung beban tersebut, namun tugas ayah adalah mencari nafkah untuk keluarganya yang biasanya pulang sore hari, tidak seperti ibu yang mempunyai banyak waktu dirumah. Banyaknya waktu dirumah, digunakan ibu untuk mengurusi urusan rumah tangga, dan mengajari anaknya menjadi pribadi yang hebat untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Tidak heran jika ibunya pintar, maka anaknya pun pintar. Itu karena memang ibu lebih mempunyai waktu lebih banyak untuk mentransfer ilmunya. Dalam pengambilan keputusan tertinggi, memang ayah sebagai kepala keluarga yang memutuskan. Namun jangan sampai mengabaikan pertimbangan ibu dalam pengambilan keputusan, laki laki biasa menggunakan logika untuk setiap keputusan yang diambil, sedangkan wanita ada pertimbangan perasaan dan intuisinya. 
Dalam beberapa hal, intuisi diperlukan untuk pengambilan keputusan. Karena dalam permasalahan, tidak selalu logika yang bisa dikedepankan tetapi ada pertimbangan perasaan. Wanita memang perasa, tapi bukan lemah. Lemah itu bisa disematkan bagi orang - orang yang mudah menyerah dengan masalah yang dihadapinya.

Di pemerintahan Indonesia, pemberdayaan wanita untuk ikut andil dalam parlemen memang belum optimal. Keseimbangan komposisi kabinet 50% pria dan 50% wanita, bisa menjadi solusi optimalnya pemberdayaan wanita. Namun pada kenyataannya, pemenang pemilihan legislatif masih didominasi oleh kaum pria. Kepercayaan masyarakat bahwa yang menjadi pemimpin haruslah laki laki masih berlaku.

Namun dengan mayoritas pemimpin pria yang lebih mengandalkan logika dibanding perasaan, bisa dilihat bahwa isu isu kemanusiaan seperti pemberdayaan pelatihan dan pendidikan untuk wanita kurang menjadi sorotan.

Hal yang menarik adalah pria dituntut untuk bisa menjadi pemimpin, namun tidak semua pria mampu mempimpin dengan baik. Jika orientasinya adalah memimpin, maka tidak ada batasan bagi wanita untuk memimpin, apalagi untuk kepentingan rakyat Indonesia. Cerdas, karismatik, jujur, tegas dan bijaksana adalah pemimpin ideal. Wanita masa kini mempunyai kredibilitas untuk itu. 

Ada banyak permasalahan tentang wanita di Indonesia ini, contoh masalah yang paling populer adalah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang sebagaian besar adalah wanita. Pemberdayaan wanita melalui TKW adalah salah, karena wanita mampu berkontribusi lebih kepada negara ini tanpa harus menjadi TKW. 
Idenya adalah persoalan ini diserahkan kepada wanita, setidaknya ada perasaan yang lebih peka karena sesama kaum wanita. Penunjukan menteri pemberdayaan wanita yang dipimpin oleh wanita sudah tepat. Namun perlu wanita wanita lain yang mempunyai kewenangan legislatif untuk mengurusi persoalan tentang wanita dan sosial.

Untuk itulah tugas caleg wanita dalam masa mendatang, Ada banyak fakta yang menunjukan bahwa wanita mampu untuk memimpin