Yuda Pernanda

Minggu, Juli 21, 2013

Mengatasi POLIGAMI

Tahu Poligami? Jika anda seorang Muslim, anda pasti tahu.Sebagai seorang pria, saya jelas mengetahui poligami. Secara naluriah, pria memang... thumbnail 1 summary
Tahu Poligami? Jika anda seorang Muslim, anda pasti tahu.Sebagai seorang pria, saya jelas mengetahui poligami. Secara naluriah, pria memang mempunyai hasrat untuk memiliki wanita lebih dari satu. dan dalam aturan Islam yang memperbolehkan pria untuk menikahi wanita "lagi", sehingga ini menjadi hal yang rumit untuk dibahas karena dalam kenyataannya, wanita tidak mau untuk dimadu alias POLIGAMI.

Ada banyak alasan pria untuk melakukan poligami, saya sering mendengar dari media masa, cetak dan para ustad tentang poligami. "Daripada berzina, lebih baik poligami", "Istri kalau tidak memperbolehkan suami poligami, berarti istri menjerumuskan suami dalam perzinaan", "kalau tidak diperbolehkan, berarti istri tidak menurut pada suami". Mungkin masih ada banyak alasan lain yang tidak bisa saya bayangkan.

Sebagai seorang Pria, saya menilai alasan alasan tersebut sangat menekan wanita. Seakan akan istri tidak punya kuasa untuk menolak jika sang suami menginginkan poligami. Kesan ini sudah menjadi momok yang menakutkan bagi para istri. Ini juga bisa menjadi kesan yang buruk bagi Islam yang memperbolehkan seorang suami memiliki istri lebih dari satu.

Ada beberapa syarat untuk berpoligami dalam Islam :

1. Seorang yang mampu berbuat adil

2. Aman dari lalai beribadah kepada Allah

3. Mampu menjaga para istrinya

4. Mampu memberi nafkah lahir

#kutipan dari http://muslim.or.id

Saya hanya ingin membahas poin No. 1 tentang keadilan. Karena itu inti dari sistem poligami ini. Sebagaimana firman Allah SWT : #kutipan dari http://dokterbantal.tripod.com/f_artikel_islam/syarat-syarat%20poligami%20dalam%20islam.htm

"Kemudian jika kamu bimbang tidak dapat berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu), maka (kawinlah dengan) seorang saja, atau (pakailah) hamba-hamba perempuan yang kaumiliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman." (Al-Qur'an, Surah an-Nisak ayat 3)

adil disini mengandung arti :
a) Berlaku adil terhadap dirinya sendiri.
Seorang suami yang selalu sakit-sakitan dan mengalami kesukaran untuk bekerja mencari rezeki, sudah tentu tidak akan dapat memelihara beberapa orang isteri. Apabila dia tetap berpoligami, ini bererti dia telah menganiayai dirinya sendiri. Sikap yang demikian adalah tidak adil.
b) Adil di antara para isteri.

"Barangsiapa yang mempunyai dua isteri, lalu dia cenderung kepada salah seorang di antaranya dan tidak berlaku adil antara mereka berdua, maka kelak di hari kiamat dia akan datang dengan keadaan pinggangnya miring hampir jatuh sebelah." (Hadis riwayat Ahmad bin Hanbal)

"Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan-Nya, dan rahmat-Nya, bahawa la menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikan-Nya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir." (Al-Qur'an, Surah ar-Ruum ayat 21)

"Dan kamu tidak sekali-kali akan sanggup berlaku adil di antara isteri-isteri kamu sekalipun kamu bersungguh-sungguh (hendak melakukannya); oleh itu janganlah kamu cenderung dengan melampau-lampau (berat sebelah kepada isteri yang kamu sayangi) sehingga kamu biarkan isteri yang lain seperti benda yang tergantung (di awang-awang)." Surah an-Nisak ayat 129.


Dari semua dalil diatas, semua berada di keputusan suami. Bagaimana suami meng'handle' istri setelah berpoligami. Namun pembahasan mengenai seorang istri ketika diminta menyetujui poligami belum banyak yang membahas itu. Padahal, "cara" suami untuk meng'handle' istri - istri sudah secara gamblang dijelaskan. Ini yang membuat sebagian istri tak kuasa untuk menolak permintaan poligami sang suami.

Adil adalah salah satu syarat untuk berpoligami. Sebelum jauh membahas, saya ingin menjelaskan bahwa adil adalah masalah hati bukan logika. saya analogikan seperti ini :

Ada seorang Ayah yang mengawasi anaknya bermain dengan teman sebayanya. Dari kejauhan, ayah tersebut melihat kedua anak tersebut sedang berebut jeruk bali yang kebetulan hanya tinggal satu. Mereka berdua terlihat ingin menguasai jeruk itu. Melihat kejadian itu, sang ayah mencoba berlaku adil dengan cara membelah jeruk tersebut menjadi 2 bagian sama persis. Namun ternyata, anak yang pertama hanya menginginkan daging buah tersebut, dan anak yang kedua hanya menginginkan kulit jeruknya saja untuk dijadikan mainan. 

Padahal jika sang ayah memberikan seluruh isi buat tersebut ke anak yang pertama dan seluruh kulit buah itu diberikan ke anak yang kedua, maka dari analogi ini kita bisa melihat, konsep adil disini benar2 berfungsi sesuai kehendak yang diberi bukan yang memberi. Yang memberi merasa sudah adil dengan membelah jeruk tersebut, namun kebutuhan setiap individu berbeda. 

Suami akan berdosa jika Istri tidak ikhlas dan menyetujui poligami. Oleh karena itu, Istri berhak untuk tidak mengikuti suami dalam jalan dosa. kesimpulannya, untuk poligami, tidak semudah persepsi yg ada di masyarakat kita. 

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Komen Disini yaah