Yuda Pernanda

Jumat, Desember 23, 2011

Eksplorasi Banten

Sudah sebelas tahun Banten berdiri sendiri sebagai provinsi setelah lepas dari provinsi Jawa Barat. Sebagai wong Banten yang sudah hidup sel... thumbnail 1 summary
Sudah sebelas tahun Banten berdiri sendiri sebagai provinsi setelah lepas dari provinsi Jawa Barat. Sebagai wong Banten yang sudah hidup selama dua puluh tiga tahun di provinsi kite keh. Dari segi kesenian dan budaya, Banten belum mempromosikan secara maksimal kepada khalayak luas. Jangan sampai masyarakat Banten sendiri hanya mengetahui debus sebagai satu satunya seni budaya Banten. Padahal banyak sekali seni budaya Banten yang belum terpublikasi secara luas.

Kesenian yang paling tersohor dari provinsi Banten adalah debus. Dalam pertunjukan debus, pemain akan disakiti dengan berbagai benda tajam yang sangat berbahaya namun tubuh pemain tidak terluka sedikitpun. Dengan ritual yang dilakukan pemain sebelum melakukan pertunjukan menjadi menarik untuk dilihat.

Bendrong Lesung adalah kesenian tradisional masyarakat Cilegon-Banten yang mengungkapkan kebahagiaan atas hasil jerih payah masyarakat terhadap panen raya.

Melalui lomba blog ini saya ingin menyampaikan keinginan saya sebagai wong Banten agar para pejabat di Banten lebih memperhatikan seni budaya disini agar seluruh masyarakat Indonesia mengetahui bagaimana indah dan banyak ragamnya seni dan budaya Banten. Dengan begitu, bukan hanya seni dan budaya yang terjaga kelestariannya tapi juga mendapat keuntungan dari pendapatan pariwisata. 

Dengan menggelar pesta rakyat rutin, contoh tiga minggu sekali seperti pergelaran seni debus, rampag bedug, bendrong lesung, rudat di tiap daerah bergantian ketika hari besar Banten atau saat weekend tiba. Pergelaran dilakukan dijalan utama sehingga para warga dan turis melihat langsung bagaimana pergelaran seni tersebut.

Maksud dari kegiatan ini adalah menjadikan seni dan budaya Banten pemersatu masyarakat itu sendiri, jadi mereka mempunyai pemicu untuk saling berinteraksi, berkreasi, dan sebagai penyalur aspirasi terhadap seni dan budaya. Kegiatan ini juga berguna untuk semangat nasionalisme masyarakat Indonesia khususnya Banten. Jika kegiatan ini berhasil, semoga kedepannya akan ada kegiatan serupa di provinsi lain yang mengusung seni dan budaya khas provinsi masing masing.


Dari Blogger Untuk 
Banten

Jumat, Desember 09, 2011

Membuat Slogan Menjadi Kenyataan

  SEANDAINYA SAYA MENJADI ANGGOTA DPD RI Saya akan memastikan dulu daerah saya menjadi daerah yang bersih dan sehat dari sampah. Semua oran... thumbnail 1 summary

Saya akan memastikan dulu daerah saya menjadi daerah yang bersih dan sehat dari sampah. Semua orang tahu bahwa kebersihan sangat penting untuk menunjang kesehatan. Namun pada kenyataannya sekedar tahu saja tidak cukup, kita harus menyadari dan menjaga kebersihan mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Sampah menjadi hal yang bertolak belakang dari kebersihan itu sendiri. Masih banyak sampah berserakan, padahal tempat sampah sudah tersebar dimana mana. Slogan buanglah sampah pada tempatnya saat ini seakan hanya menjadi sebuah slogan semata. Tak heran berbagai jenis penyakit baru bermunculan, itu tak lepas dari gaya hidup masyarakat yang 'jorok'.

Sampah dijalan utama cermin ketidakpedulian masyarakat terhadap kebersihan (sumber : google)

Sampah yang menggunung (sumber : google)
Pencemaran air (sumber : google)
Sungai yang tercemar (sumber : google)


Membuat event kebersihan yang di pimpin Walikota daerah masing-masing yang disosialisasikan ke kecamatan lalu ke lurah dan terakhir ke RT. Dengan merebutkan piala bergilir sebagai simbol bergengsi dari daerah tertentu yang memenangkan lomba. 

Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk membersihkan sampah di jalan, pembuangan air, dll. Kegiatan ini bisa digabungkan dengan jalan santai dengan tiap peserta disediakan atau membawa alat bersih sendiri. Event dilakukan secara rutin tiap tiga minggu sekali pada hari sabtu atau minggu. Buat masyarakat tergerak untuk ikut membersihkan daerah mereka sendiri. Dengan kegiatan rutin seperti itu, menanamkan kepada anak usia dini pentingnya kebersihan. 




Contoh Kepedulian anak (sumber : Google)

Kaitkan penghargaan kebersihan ini dengan gengsi pemimpin-pemimpin didaerah. Pemimpin yang tidak bisa memastikan daerahnya bebas dari sampah bisa dicap sebagai pemimpin yang jorok. Event ini juga bisa mempererat pemimpin daerah dengan rakyatnya. Jadi, tiap provinsi mempunyai daerah unggul dalam kebersihan. Ketika sudah bersih, beri denda kepada toko, pemukiman, tempat wisata yang tak bisa menjaga kebersihan daerahnya. 


Untuk menjaga agar kota tetap bersih, maksimalkan keberadaan anak jalanan untuk mengumpulkan sampah yang mereka temui di jalan utama dan beri upah yang dikonstrol petugas kebersihan. Itu berguna untuk mengurangi sampah di jalan utama.


Indahnya jalan yang bebas sampah (sumber : google)



Event ini harus rutin dilakukan agar masyarakat menjadi terbiasa dengan menjaga kebersihan lingkungan. Aspek wisata pun akan terangkat jika lingkungan bersih. Dengan hidup bersih kesehatan adalah jaminannya dan bagi pemerintah, bisa menekan anggaran kesehatan masyarakat dan anggarannya bisa dialokasikan ke aspek yang lain. 


Kebersihan diri sendiri, lingkungan merupakan modal awal kita untuk beraktivitas dan berinteraksi dengan sesama dan juga alam. Rasa Nasionalisme pun akan lebih terasa karena sudah tertanam rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya.

Rasa kekeluargaan juga pasti tertanam dalam hati masyarakat karena mereka sering berinteraksi antar sesama. Suatu daerah yang bersih-sehat mencerminkan jiwa yang bersih-sehat dari masyarakat daerah tersebut. 


Senyum yang terpancar dari jiwa yang sehat-bersih (sumber : google)


Hijau dan bersih (sumber : google)
Slogan baru saya untuk kebersihan lingkungan : 'Indahnya jika bersama, Bersama kita indahkan Indonesia'.

Selasa, Desember 06, 2011

Sombong Yang Tersembunyi

Kata sombong salah satu kata yang tidak disukai kita sebagai manusia yang saling berinteraksi. Terfik... thumbnail 1 summary

Kata sombong salah satu kata yang tidak disukai kita sebagai manusia yang saling berinteraksi. Terfikir untuk menuliskan beberapa ocehan biasa yang mungkin saja kawan – kawan juga menyadarinya, tidak bertujuan untuk mengkritik orang lain tapi ini juga pembelajaran diri saya sendiri.

Biasa disebut senga, tengil, blagu, dll. Bête banget kan sama orang kaya gitu. Yaa walopun mungkin lu, gw kadang suka menyombongkan diri tanpa kita sadari. Kalo sama temen yang udah kenal deket sih bebas – bebas aja. Toh mereka emang udah tau gmn kita.

Secara gw kan penulis professional, dan gw yakin tulisan gw ini ngga akan salah. Coba bandingin aja tulisan gw sama Raditya Dika atau Arif Muhammad yang Cuma bisa nulis kambing lah, pocong lah. Ngga keren amat.

Nah,, itu contoh dari sombong. #gw ngga nerima protes.

Tapi jangan terkecoh dengan orang yang sombong itu. Dari pengelaman hidup gw, baru kemaren gw menyadari sombong itu terbagi dua bagian. Dan gw pikir, sombong yang ini lebih berbahaya daripada sombong yang udah gw jelasin diatas. Karena menurut gw sombong yang ini sangat merusak diri sendiri dan berakibat menutup dari instrospeksi diri. #sok pinter.

Semua orang punya kekurangan, dan mungkin semua orang waras menyadari beberapa hal yang kurang dari dirinya. Mau itu tentang fisik, ataupun tentang sifat kita sendiri.
“Gw ini orangnya cengeng, kalo ntar gw tiba – tiba nangis maklum aja yah”. “gw ini orangnya ngambekan, lu wajar aja yah kalo gara – gara hal sepele gw jadi ngambek, udah bawaan dari lahir”. Sombong yang kaya gini nih yang sangat merusak diri sendiri. Gw bilang yang kaya gini sombong coz mereka membuat kekurangan yang mereka sadari itu jadi bahan pemakluman orang lain. Dan biasanya mereka tak mencoba untuk memperbaiki itu karena merasa sudah mendapatkan pemakluman dari orang lain.

“yaelah,, biasa aja x kaya ngga tau gw aja. Kan gw udah bilang kalo gw emang suka gini”. Kata kata yang begini nih yang keluar dari rongga tenggorokan mereka.

Mereka merasa sudah dimaklumi orang lain. Tapi mereka tidak mencoba merubah sifat yang sebenernya mereka sadari itu jelek bagi diri dia sendiri dan orang lain. Cape deh sama orang yang kaya gitu.

Yah,, sebagai manusia yang tak mungkin sempurna dan tak ada ukuran real kebaikan seseorang. Gw pikir ngga ada gunanya juga terus berusaha lebih baik, tapi satu hal yang pasti, gw ngga mau sombong. Secara gw emang udah jadi penulis professional. :D
hahahahaha