Yuda Pernanda

Jumat, Mei 20, 2011

Be Angry,, But Don't Hate

Ketika kau merasa dihianati, disakiti atau dipermalukan didepan umum. mungkin sebagian orang akan dendam orang yang melakukan itu terhadap k... thumbnail 1 summary
Ketika kau merasa dihianati, disakiti atau dipermalukan didepan umum. mungkin sebagian orang akan dendam orang yang melakukan itu terhadap kita, mungkin juga ada beberapa orang yang berjanji dalam hati tidak akan pernah berurusan dengan orang tersebut dan akan melakukan pembalasan. Mungkin memang dendam sudah melekat dalam hati manusia dan sulit untuk menghapusnya dari dunia ini, bahkan sangat sulit untuk menghapusnya dari diri kita sendiri.


Lalu tidak adakah cara untuk terbebas dari rasa dendam. Atau sekedar menghindari dari sifat yang tidak disukai oleh ALLAH SWT tersebut. Bisa dikatakan dunia ini dipenuhi dengan dendam, kita bisa lihat dari kejadian – kejadian teroris, perang di timur tengah yang terus berkecamuk, dan siaran media tiap harinya tak lepas dari berita – berita tentang kriminal. Ini bisa dijadikan cermin bagaimana manusia memang penuh dengan rasa dendam. Keinginan untuk membalas apa yang telah menghianati, menyakiti kita dan ada perasaan puas melihat mereka jatuh dan hancur berkeping – keping. Ini seperti memperlihatkan kepada mereka apa yang kita rasa setelah apa yang mereka lakukan terhadap kita


Ok, terlalu jauh jika kita melihat tentang dunia,, memangnya apa sih yg saya tau tentang dunia. Yang kita bicarakan ini hanya sebagian saja dari hal – hal di dunia. Di Indonesia Negara kita tercinta ini banyak sekali tindak pidana yang motif pembunuhannya berdasarkan rasa dendam. Dari hal yang besar, hingga yang kecil seperti merasa dihina walaupun mungkin kata – kata yang digunakan untuk menghina. Ada bom buku, yang terkenal sih Bom Bali, sampai sampai ada part 1 dan part 2 (ada – ada aja). Semua motifnya bermacam – macam, ada yang bilang ini jihad, harga diri, macem – macem alasan lah. Tapi kan lucu kalau ada orang sengaja membunuh temannya sendiri lantaran dia merebut pacaranya ( kaya nggak ada yang lain aja ).hahahaha…


Saya cerita seperti ini ke teman saya, malah diketawain. Omongan lu terlalu berat cuy, ahh ribet ngurusin gitu mah, kaya ngga pernah dendam aja. Padahal saya cuma ingin berbagi, bukan maksud untuk menghapus dendam di Indonesia ini atau bahkan dunia. Kalau dipikir,, dendam itu hasil konversi emosi tinggi yang tidak tersalurkan kepada orang yang bersangkutan dan serta dibumbui rasa malu juga. 


Jika karena harga diri,, berapa banyak orang yang harga dirinya jatuh ketika mereka yang melakukan kriminal karena cintanya bertepuk sebelah tangan dan berakhir di penjara?? Harga dirinya hilang bukan ketika ia dihianati, tetapi ketika ia di penjara. Apalah arti jihad ketika kita tidak mampu membawa nama baik Agama Islam. Walaupun saya tidak tahu apakah dia Islam atau hanya mengaku Islam. Walaupun bukan ulama, tapi yang saya tahu jihad itu benar - benar berhasil dilakukan ketika tak ada yang menderita karena jihad itu sendiri.


Marah ketika ada yang menyakiti, menghianati, itu wajar. Sabar itu bukan berarti kita ngga boleh marah kan??? Saya lakukan apa yang ingin saya lakukan ketika ada yang membuat saya marah, tetapi hanya saat itu saja. Karena saya punya kehidupan yang lebih menarik dibanding memikirkan apa yang dia perbuat kepada saya. ngga peduli ah sama begituan,, ntar juga hilang sendiri hasrat ingin membalas. Lupa sih ngga mungkin, tapi yang penting gw ngga berbuat bodoh yang malah merusak harga diri saya. So, ketika kita dapat mengkonversi benci dengan hal lain yang dapat membuat kita tetap mengasihi orang lain, mungkin itu suatu usaha kita untuk mencegah dendam yang merasuk jiwa.




Song for this article

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Komen Disini yaah